- Homemain page
- free blogger templatesthe vendor
- Pecinta Bloggerblogger
- Subscribe to RSSkeep updated!
Friday, September 11, 2009
KISAH BERKAT SENANG MEMBACA BISMILLAH
Suaminya tidak suka dengan sikap isterinya dan sentiasa memperolok-olokkan isterinya. Suaminya berkata sambil mengejak, "Asyik Bismillah, Bismillah. Sekejap-sekejap Bismillah." Isterinya tidak berkata apa-apa sebaliknya dia berdoa kepada Allah S.W.T. supaya memberikan hidayah kepada suaminya. Suatu hari suaminya berkata : "Suatu hari nanti akan aku buat kamu kecewa dengan bacaan-bacaanmu itu."
Untuk membuat sesuatu yang memeranjatkan isterinya, dia memberikan wang yang banyak kepada isterinya dengan berkata, "Simpan duit ini." Isterinya mengambil duit itu dan menyimpan di tempat yang selamat, di samping itu suaminya telah melihat tempat yang disimpan oleh isterinya. Kemudian dengan senyap-senyap suaminya itu mengambil duit tersebut dan mencampakkan beg duit ke dalam perigi di belakang rumahnya.
Setelah beberapa hari kemudian suaminya itu memanggil isterinya dan berkata, "Berikan padaku wang yang aku berikan kepada engkau dahulu untuk disimpan." Kemudian isterinya pergi ke tempat dia menyimpan duit itu dan diikuti oleh suaminya dengan berhati-hati dia menghampiri tempat dia menyimpan duit itu dia membuka dengan membaca, "Bismillahirrahmanirrahiim." Ketika itu Allah S.W.T. menghantar malaikat Jibrail A.S. untuk mengembalikan beg duit dan menyerahkan duit itu kepada suaminya kembali.
Alangkah terperanjat suaminya, dia berasa bersalah dan mengaku segala perbuatannya kepada isterinya, ketika itu juga dia bertaubat dan mula mengerjakan perintah Allah, dan dia juga membaca Bismillah apabila dia hendak memulakan sesuatu kerja.
Saturday, August 22, 2009
AGAMA
Pastilah keluhuran itu milik jiwa yang bersih
Yang jauh dari jiwa itu kata dusta
Jiwa yang berilmu dan bertameng
Dengan agama, agama itu menjadi penopang kemuliaannya
Agama, jika tidak ada agama, pasti tidaklah putus
Bungkul-bungkul dari tali alam ini
(jika tidak ada agama, tentu kegelapan umat ini menjadi awet)
Dan takkan keraslah, kebengkokan urusan mereka
Tak dapatlah di luruskan kebengkokan mereka yang tangguh
Dan pastilah mereka tetap tingggal di Najed yang gelap
Dan pastilah mereka tetap tingggal di Tihanah yang jauh dari petunjuk
Agama yang benar itu, bagaikan lampu yang menerangi umat berjalan menuju ke arah kemajuan. Sedangkan mengamalkan ajaran-ajaran agama adalah petunjuk jalan untuk seluruh umat manusia.
Agama adalah ciptaan Allah, maka betapa janggal bagi akal sehat, jika sekiranya Allah memerintahkan kepada sekalian hambanya untuk melaksanakan sesuatu yang menyebabkan mereka lebih suka duduk berdiam diri, tidak berusaha melakukan amal baik, dan yang menghambat mereka mencapai kehidupan yang layak dan di ridhoi Allah SWT.
Kemajuan yang baik dan benar adalah inti utama dalam jiwa agama yang benar. Kalaupun tidak dapat dikatatan bahwa keduanya itu identik, maka keduanya merupakan saudara sekandung, yaitu seayah dan seibu. Ayahnya adalah hak (kebenaran) dan ibunya adalah hakikat (kenyataan).
Tidak ada sesuatu yang dapat membahagiakan manusia, kecuali agama dan tidak ada sesuatu yang pun yang dapat mencelakakan mereka, kecuali mengabaikan agama atau berpegangan dengan bagian luar (kulit) agama dan meninggalkan inti ajarannya.
Agama ibarat pedang bermata dua (kedua sisinya sama-sama tajam). Apabila ada orang yang mengaku beagama, berusaha memperbaiki pengamalannya (mengamalkan dengan baik, menggunakannya sebagaimana mestinya), maka agama itu menjadi penolong dalam menghadapi segala kesulitan dan menjadi petunjuk jalan di kala dalam keadaan kebingungan (bagai orang yang tersesat di
Orang yang menduga, bahwa agama Allah itu mengharuskan menjauhi dunia
Dan dia mengira berpaling darinya itu sangatlah berguna
Tapi, andaikata dia di datangkan seribu dirham
Segeralah melepas takwanya dan menceraikan kawara’ annya
Ia bukanlah orang yang zuhud sejati dan menjauhi harta dunia
Tetapi kesunggguhan (usaha) di anggapnya menghancurkan tulang
Sehingga ia takut berusaha(bekerja) yang bisa membuat kakinya berdarah
Ia hanya istirahat yang di anggapnya perlu di lakukan
Bukanlah di namakan zuhud di dunia seseorang
Yang berpakaian kasar dan suka pakaian tambalan
Sesungguhnya orang zuhud sejati hanyalah orang
Yang bisa menahan diri (dari hidup bersenag-senang) dan
enggan menjadi orang hina dina.
Janganlah engkau menduga bahwa agama sebagai sesuatu
yang di diktekan kemauan nafsu
Agama Allah tidak mengandung sesuatu bid’ah-bid’ah seperti itu
Agama adalah cahaya terang yang berkilau
Seluruh alam menjadi terang, tatkala agama memancarkan cahaya
Budi luhur itu memancar dari agama yang mengenyahkan
Kegelapan hingga terbitlah terang
Categories
- Agama (1)
- FILSAFAT (1)
- FREE EBOOK ISLAMI (1)
- HUMOR (1)
- KISAH (3)
- LIRBOYO (1)
- SOFWARE ISLAMI (1)
Blog Archive
-
►
2009
(8)
- ► 10/11 - 10/18 (4)
- ► 09/06 - 09/13 (3)
- ► 08/16 - 08/23 (1)